Berita Terkini

Suara Demokrasi Menggema, KPU Banggai jadi Narasumber Kegiatan Diskusi GMNI Luwuk sekaligus Nobar Film Amplop Demokrasi

Luwuk, kab-banggai.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banggai menghadiri undangan sebagai narasumber dalam rangka kegiatan Diskusi dan Nonton Film Bareng berjudul “Amplop Demokrasi” yang diselenggarakan oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Luwuk, Kamis (12/6/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di Sekretariat GMNI Luwuk,  dihadiri oleh Anggota KPU Kabupaten Banggai Hidayat Helingo selaku Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Ketua Bawaslu Kabupaten Banggai Ridwan, Anggota DPRD Kabupaten Banggai Andi Maharani dari Fraksi Nasdem, Dosen Fisip Unismuh Luwuk Dr. Ade Putra Ode Amane, S.Sos., M.Si., Ketua GMNI Luwuk Abdul Salewo, dan Moderator Diskusi Afandi Bungalo selaku Sekretaris Cabang berserta jajarannya.

Sebelum diskusi dimulai, kegiatan diawali dengan pemutaran Film Dokumenter “Amplop Demokrasi” yang diunggah melalui akun YouTube Watchdoc Documentary yang mengangkat praktik politik uang (money politic) dalam pemilu di Indonesia, khususnya di tingkat akar rumput. Film ini menggambarkan bagaimana pemberian uang atau “amplop” kepada pemilih menjelang hari pemungutan suara menjadi praktik yang dianggap lumrah dan berulang dalam setiap kontestasi politik. 

Dalam kesempatan tersebut Hidayat menyampaikan paparan terkait Integritas Pemilu dan Peran Pemilih dalam Demokrasi serta pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas. Hidayat menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi, KPU memiliki mandat utama sebagai penyelenggara pemilu untuk memastikan bahwa setiap tahapan pemilu berjalan sesuai prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Peran KPU tidak hanya sebatas menjalankan tahapan teknis, tetapi juga memastikan bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk menggunakan hak pilihnya secara bermartabat. KPU berupaya menjaga integritas pemilu melalui berbagai mekanisme, mulai dari penyusunan regulasi teknis, pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan, transparansi proses rekapitulasi suara, hingga pemanfaatan teknologi informasi yang semakin terbuka dan dapat diawasi publik. “Semua ini bertujuan untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap proses dan hasil pemilu” Ujar Hidayat.

Selain itu, Ridwan yang juga selaku narasumber menjelaskan peran Bawaslu dalam pelaksanaan pengawasan partisipatif dalam mencegah praktik politik uang pada Tahapan Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 di Kabupaten Banggai. Selannjutnya, Dr. Ade Putra Ode Amane, S.Sos., M.Si  dalam pemaparannya mengulas fenomena politik uang dari sudut pandang akademik. Menurutnya, praktik tersebut tidak terlepas dari faktor sosial, ekonomi, dan budaya politik masyarakat. Ia menegaskan, dibutuhkan pendidikan politik yang berkelanjutan untuk membangun kesadaran kritis pemilih, khususnya generasi muda.

Sementara itu, Maharani selaku Anggota DPRD Kabupaten Banggai menyampaikan terkait dampak politik uang pada kontestasi politik yang sangat mempengaruhi integritas wakil rakyat terhadap kualitas pembuatan kebijakan publik.

Dari berbagai perspektif tersebut, diharapkan dapat memperkaya pemahaman peserta mengenai bahaya politik uang serta pentingnya komitmen bersama dalam menjaga integritas demokrasi. Kader dan pengurus GMNI, mahasiswa, serta sejumlah pemuda antusias mengikuti jalannya diskusi.  

KPU Banggai berharap melalui kegiatan seperti ini, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih kuat mengenai pentingnya menjaga integritas pemilu serta komitmen bersama dalam mewujudkan demokrasi yang bersih dan bermartabat di Kabupaten Banggai. 

(humas KPU Banggai Nurul/foto: Nurul/Ed: Asm)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 122 kali